“Menggagas Pemimpin Lampung Masa Depan”

Memperbicangkan soal kepemimpinan akan sangat menarik dan selalu menjadi diskursus yang dinamis. Bagaimana pola dan karakter kepemimpinan seseorang diperdebatkan dalam rangka mencari sosok kepemimpinan yang relevan untuk memimpin sebuah daerah. Pergeseran zaman kearah berkembangnya teknologi tentu saja mempengaruhi mindset masyarakat dalam hal mengidamkan sosok pemimpin. Akhir-akhir ini media cetak maupun media televisi sering memberitakan bagaimana heroiknya sosok Gubernur DKI Jakarta yaitu Jokowi yang terkenal dengan blusakannya. Namun hal itu tidak berarti semua daerah di Indonesia menginginkan model kepemimpinan seperti yang dilakukan oleh Jokowi.

Pesta demokrasi yang akan segera dilaksanakan pada tanggal 2 oktober nanti berdasarkan ketetapan KPU Lampung merupakan momentum politik bagi CAGUB-CAWAGUB yang akan bersaing dalam ajang kontestasi dunia perpolitikan di Lampung. Sampai hari ditutupnya pendaftaran CAGUB-CAWAGUB KPUD Lampung menerima berkas pendaftaran yang sah dengan jumlah pendaftar yakni 5 pasangan CAGUB-CAWAGUB yakni Ridho Ficardo-Bachtiar Basri diusung Partai Demokrat dan koalisinya, Berlian Tihang-Mukhlis Basri (diusung PDI Perjuangan, PPP dan PKB), M Alzier Dianis Tabrani-Lukman Hakim diusung Partai Golkar dan Partai Hanura, dan Herman HN-Zainudin Hasan diusung koalisi parpol nonparlemen. Sedangkan satu calon pasangan dari jalur perseorangan yang telah dinyatakan memenuhi syarat dukungan minimal adalah Amalsyah Tarmizi-Gunadi Ibrahim.

Dalam usaha mewujudkan masyarakat adil sejahtera mereka CAGUB-CAWAGUB bersaing untuk mengaktualisasikan konsep kepemimpinan yang relevan di provinsi Lampung. Terlepas dari siapa tokoh yang diusung oleh masing-masing partai koalisinya maupun calon perseorangan, sebagai calon pemimpin yang akan mengemban tampuk kepemimpinan 5 tahun kedepan di lampung nantinya harus memperhatikan segala aspek kehidupan masyarakat di lampung. Secara geografis provinsi lampung yang terletak diujung paling selatan pulau sumatera yang berdekatan dengan Jakarta sebagai Ibu kota Negara ini sekaligus menjadi gerbang pulau sumatera sangatlah strategis, seharusnya menjadikan provinsi lampung potensial dalam hal kesejahteraan masyarakat, akan tetapi hingga kini angka kemiskinan diprovinsi Lampung menurut data BPS pada Maret 2013, jumlah penduduk miskin di Lampung 1.163,06 ribu orang (14,86 persen) dari jumlah penduduk keseluruhan di Lampung. Belum lagi ditambah permasalahan angka pengangguran, korupsi, pelanggaran HAM yang kerap kali menjadikan Lampung sebagai sorotan dimata nasional, gesekan antar etnis dll.

Kondisi demikian adalah syarat bagi masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih kriteria pemimpin yang sedang dibutuhkan. Maka dari itu masyarakat perlu dibekali pendidikan politik agar tidak terjebak dalam pencitraan semu yang dibangun oleh mesin politik partai. Masyarakat harus dibekali dengan pemaparan visi misi yang jelas selain aksi nyata dan rekam jejak dari masing-masing calon agar tidak terkesan memilih kucing dalam karung.

Dengan segala problematika yang harus dihadapi calon pemimpin masa depan Lampung nantinya, dibutuhkan komitmen serta integritas yang kuat dalam memimpin masyarakat Lampung yang boleh dikatakan syarat dengan pluralitas, mengingat masyarakat di Lampung sendiri terdiri dari banyak suku dan agama. Perlu adanya sebuah arah pembangunan yang jelas yang diterapkan oleh pemimpin Lampung nantinya sebagai pijakan dalam fokus menggarap kemajuan di daerah Lampung.

Berangkat dari latar belakang dan karakter yang berbeda CAGUB-CAWAGUB provinsi Lampung haruslah memenuhi qualified serta berkomitmen dalam kemajuan Lampung demi terwujudnya masyarakat Lampung yang adil dan sejahtera, bukan kemajuan golongan, partai, keluarga atau diri sendiri.

KEGIATAN

Berdasarkan uraian diatas, kami HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA LAMPUNG (HIPMALA) YOGYAKARTA berencana mengadakan kegiatan DISKUSI yang bertemakan “Menggagas Pemimpin Lampung Masa Depan”.

Acara yang insyaallah akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal               : Rabu / 17 Juli 2013
Waktu                         : 20.00 WIB – selesai
Tempat                        : Aula Asrama Mahasiswa Lampung

Pembicara                    : Kanda Darmawan Manaf (Sesepuh masyarakat Lampung)
Kanda Mirzen (Pemerhati politik Lampung di Yogyakarta)
Kanda Ari Oktara (Mahasiswa S2 UGM fokus Ilmu Politik)

TUJUAN

  1. Memperkaya wacana teoritis dan empiris mahasiswa Lampung-Yogyakarta dalam hal kepemimpinan.
  2. Sumbangsih pemikiran yang idealis sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Lampung-Yogyakarta terhadap Pilgub di Lampung.

Berpartisipasi aktif dalam pilgub di Lampung namun tetap pada koridor mahasiswa Lampung-Yogyakarta yang idealis dan tanpa tendensi atau berafiliasi terhadap partai politik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s