Ini Dia Penyakit Khas di Musim Penghujan

Musim hujan saat ini mulai memasuki wilayah Lampung dan sekitarnya. Intensitas hujan yang masih tinggi menyebabkan banjir menggenangi beberapa daerah. Kondisi ini pun rawan memicu sejumlah penyakit untuk hinggap ke manusia.

“Kewaspadaan dan pemahaman atas gaya hidup sehat saya rasa adalah kunci paling aman untuk tetap sehat dalam kondisi musim penghujan, atau wilayah yang mengalami banjir seperti saat ini. Dan pastinya tetap utamakan menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama,” ungkap dr Wahyuni Indawati, Rabu (22/1). “Walau sebenarnya itu bukanlah sebuah jaminan, karena ada beberapa penyakit yang jelas wajib diwaspadai kala hujan datang,” tuturnya.

Seperti yang diungkap Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementeraian Kesehatan RI, lanjut Yuni, masyarakat kita harus diingatkan bahwa ada beberapa penyakit yang mau tidak mau lekat dengan musim penghujan. Misalnya saja diare, yang terkait erat dengan kebersihan individu.

Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi dan potensi banjir meningkat, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal, akan banyak ikut tercemar. “Oleh karena itu, langkah antisipasi agar terhindar dari serangan diare, sebaiknya selalu membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap kali akan makan/minum, serta sehabis buang hajat,” kata Yuni seraya menyarankan untuk membiasakan merebus air minum hingga mendidih sebelum diminum.

Ada pula serangan demam berdarah. Biasanya di musim hujan akan terjadi peningkatan tempat perindukan aedes aegypti, yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal itu karena saat musim hujan banyak sampah, misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu yang terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.

Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan peningkatan populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. Untuk itu, sebaiknya Anda aktif melakukan 3M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Namun yang lebih perlu diperhatikan adalah ancaman Leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira, dan termasuk salah satu penyakit zoonosis karena ditularkan melalui hewan. Di Indonesia hewan penular utama adalah tikus, melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan, terutama saat banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia, di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut.

“Seseorang yang memiliki luka, kemudian terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka akan berpotensi terinfeksi dan jatuh sakit. Untuk menghindarinya, Anda bisa melakukan langkah-langkah antisipasi, yaitu menekan dan menghindari tikus yang berkeliaran di sekitar Anda, dengan selalu menjaga kebersihan, hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka, gunakan pelindung, misalnya sepatu,” ujarnya berbagi kiat.

Penyakit lainnya yang tidak dapat disepelekan adalah penyakit kulit, penyakit saluran cerna lain. Penyakit ini dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain. Pada musim banjir, maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik.

“Untuk itu, walau di Lampung titik banjir tidak separah di kota lainnya, sebaiknya tetap terapkan selalu perilaku hidup bersih sehat, antara lain dengan makan/minum yang baik dan bersih (selalu makanan yang sudah dimasak), tidak jajan sembarangan, istirahat yang cukup, mengupayakan kebersihan diri dan lingkungan, menghindari buang sampah sembarangan dan senantiasa melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan mengolah makanan, serta setelah BAB, menceboki anak dan memegang lingkungan yang kotor dan hewan,” saran Yuni.

SUMBER : TRIBUNLAMPUNG.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s